Pendapat saya tentang pro dan kontra Globalisasi dan bagaimana kita dapat meminimalisir dampak negatif globalisasi.
Globalisasi adalah suatu hal yang tidak dapat terelakan lagi saat ini, baik dalam bidang teknologi, tenaga kerja, budaya maupun ekonomi politik. Globalisasi lekat sekali dengan liberalisasi atau pembebasan batasan-batasan antar negara baik itu dalam hal politik, teknologi maupun ekonomi. Globalisasi di satu sisi memang banyak membawa keuntungan namun globalisasi juga tidak terlepas dari kelemahan-kelemahan atau memiliki dampak negatif. Salah satu contoh dari globalisasi adalah hadirnya Multi National Coorporations atau MNCs. Multi National Coorporations merupakan perusahaan yang terdiri dari perusahaan induk yang berasal dari suatu negara dan anak perusahaan yang tersebar di negara-negara lain, baik produksi maupun pemasarannya dioperasikan secara global. MNCs biasanya dimiliki oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, Cina seperti perusahaan makanan cepat saji Mc. Donald, perusahaan minuman karbonasi Coca Cola Company, dan masih banyak lagi.
MNCs hadir sesuai dengan paham globalisasi dan atau liberalisasi yaitu untuk mengadakan ekspansi pasar guna memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Di satu sisi, negara-negara maju pemilik MNCs tersebut memang merasakan banyak keuntungan yang diperoleh dengan adanya MNCs apalagi MNCs saat ini disinyalir memiliki kekuatan secara finansial yang bahkan bisa menyediakan "bargain" politik pada suatu negara. Di sisi lain, hadirnya MNCs malah merugikan, terutama bagi industri-industri lokal di negara berkembang. Mengapa demikian? hal tersebut dikarenakan, biasanya MNCs dengan modal yang besar dan didukung dengan teknologi produksi yang maju mampu menghasilkan produk dengan harga jual yang lebih bersaing. contohnya, jika industri rumahan hanya mampu membeli bahan baku dengan kuantitas yang sedikit, MNCs dapat memperoleh bahan baku dengan harga yang lebih murah karena dapat membelinya dengan kapasitas yang besar sehingga harga jual yang ditawarkan oleh MNCs bisa lebih murah. Contoh lainnya, jika industri rumahan masih menggunakan tenaga manusia dengan upah gaji, maka MNCs menggunakan teknologi mesin sehingga dapat lebih menghemat ongkos produksi, dan kemudian menyebabkan harga jual yang ditawarkan MNCs tersebut lebih murah. Hal-hal tersebut emudian menyebabkan para industri lokal tidak dapat menawarkan harga jual yang bersaing dengan produk-produk MNCs tersebut sehingga tidak banyak industri lokal yang bangkrut ataupun gulung tikar. Hal ini kemudian menyebabkan fenomena baru yaitu terjadi "gap" atau kesenjangan dimana negara-negara maju yang sudah kaya tersebut menjadi lebih kaya, dan negara-negara berkembang menjadi semakin miskin.
Contoh diatas merupakan fakta pro dan kontra atas adanya globalisasi. Sebenarnya hal-hal tersebut diatas bisa saja ditanggulangi yaitu kita harus lebih pintar dalam menghadapi globalisasi. Dari contoh MNCs diatas misalnya, negara-negara berkembang seharusnya bisa lebih siap dalam menghadapi hadirnya MNCs tersebut misalnya dengan cara melakukan penyuluhan-penyuluhan kepada industri-industri lokal agar tetap semangat bersaing, contohnya dengan secara kreatif melakukan inovasi-inovasi produk, atau mencari diversifikasi atas produk mereka sehingga masih tetap bisa bersaing karena keunikan produk mereka. Selain itu, industri lokal juga bisa mengajak MNCs tersebut bekerjasama, misalnya untuk menghasilkan produk internasional yang bercita rasa lokal, sehingga industri lokal tetap bisa ada eksistensinya dan tetap bisa bersaing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar